sile tekan nihh sebelum bace ok...
Thursday, December 17, 2009
sedappp wooooo.....
Thursday, December 3, 2009
NICOLE FOX - ANTM CYCLE 13



Finally we got the result....
Monday, November 30, 2009
Kenangan Di Mohd Nizaruddin & Co. (18 May 2009 - 25 November 2009 )

.jpg)
Friday, November 20, 2009
I LOVE MY HOMETOWN
40 “Firsts” of Taiping
Due to the booming tin-mining industry in the 19th century and its previous position as capital of Perak, Taiping is the pioneer in many fields achieving many “firsts” in the country. The list given by Taiping Municipal Council records a total of 40 firsts in the country under Taiping’s belt. Dated as early as 1844, these firsts are either in monuments or events.
- Open tin mining activity in the peninsula (1844)
- Hill resort - Maxwell Hill (1844)
- Swimming pool – Coronation Swimming Pool (1870)
- Mosque – Masjid Tengku Menteri (1870)
- Rest house (1870)
- Artillery warehouse (1870)
- Magistrate court (1874)
- Balai penghulu (1875)
- Resident’s house (1877)
- Port – Port Weld (1877)
- English school – Central School Kamunting (1878)
- Police force (1879)
- Government offices (1879)
- Post and telegraph office (1880)
- Lake gardens - Taiping Lake Gardens (1880)
- Taiping General Hospital, private and government (1880)
- Club - New Club (1880)
- Club - Perak Club
- Railway station and warehouse (1881)
- Museum - Perak Museum (1883)
- Market building - Taiping Markets (1884)
- Prison - Taiping Gaol(1885)
- Railway track – from Port Weld to Taiping (1885)
- Turf club - Perak Turf Club (1886)
- Anglican church - All Saints Church, Taiping (1886)
- English girl’s school – Treacher Methodist Girls’ School (1889)
- Clock tower - Taiping Clock Tower (1890)
- Esplanade – Esplanade (1890)
- Malay newspaper – Seri Perak (June 1893)
- English newspaper – Perak Pioneer (July 4, 1894)
- Tamil newspaper – Perak Verthamani (1894)
- Armed Forces – Malay States Guides (1896)
- Teaching college – Maktab Perguruan Melayu
- Ceylon association (1899)
- Punjabi association – Khalsa Diwan Malaya Association (1903)
- Indian association (1906)
- Recreation park – Coronation Park (1920s)
- Airfield - Tekah Airport (1930)
- Golf Club (some claimed in Southeast Asia)
- Library – Perpustakaan Merdeka
- Fire brigade
Source: Wikipedia
Monday, October 5, 2009
IRON MOSQUE (MASJID TUANKU SULTAN MIZAN)




Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, sebelum ini digelar Masjid Besi[1], ialah sebuah masjid yang terletak di Presint 3,Putrajaya, Malaysia. Masjid ini yang mula dibina sejak April 2004 siap sepenuhnya pada Ogos 2009 dan dibuka pada hari Jumaat, malam Awal Ramadan 1430H[2]. Masjid ini dibina bagi menampung sekitar 24,000 penduduk dan penjawat kerajaan sekitar pusat bandar serta kawasan Presint 2, 3, 4 dan 18. Masjid ini yang mempunyai keluasan sekali ganda berbanding Masjid Putra, yang terletak kira-kira 2.2 km ke utara, bakal menjadi mercu tanda baru Putrajaya.
Masjid Besi mempunyai keistimewaan yang tersendiri antaranya tiada pemasangan kipas ataupun alat penyaman udara di dalamnya, sebaliknya menggunakan gas penyejuk (gas district cooling atau GDC). Selain itu, masjid ini turut menggunakan Seni Bina Jaringan Wayar (Architectual Wire Mesh) atau Anyaman Masyrabiah yang diimport dari Jerman dan China (turut dipasang pada Stadium Bernabéu di Madrid dan perpustakaan negara Perancis yang dikenali Bibliothèque nationale de France yang terletak di Paris). Pintu gerbang masuk juga menggunakan konkrit bertetulang kaca (GRC) bagi mempertingkat integriti sesebuah struktur serta kaca hablur bagi menjadikan masjid kelihatan berwarna putih dari jauh.
Apabila siap kelak, perjalanan menuju ke masjid akan meneyeberangi sebuah jejantas yang menghubungkan Dataran Putrajaya ke kawasan masjid ini yang dikenali sebagai Kiblat Walk seluas 13,639 m². Jejantas ini dihiasi dengan kolam air seolah-olah berada di kawasan kota istana purba Alhambra. Hiasan dalamannya dilatari ukiran Asma Ul Husna menggunakan tulisan kaligrafi dari jenisKhat Thuluth. Pintu utama menuju ke ruang solat utama terukir ayat suci al-Quran dari Surah Al-Israa’ ayat ke-80.
Ini ditambah lagi dengan pembinaan dinding mihrab yang diperbuat daripada panel kaca setinggi kira-kira 13 m juga diimport dari Jerman yang terukir 2 baris ayat dari Surah Al-Baqarah pada bahagian kanan dan Surah Ibrahim di sebelah kiri. Uniknya, dinding mihrab ini tidak memantulkan kesan dari pancaran sebarang cahaya atau lampu menjadikan ukiran kaligrafi ayat suci berkenaan yang berwarna keemasan itu kelihatan jelas dan seolah-olah terapung di udara. Bahagian tepi bumbungnya sepanjang 40 kaki pula mampu mengelakkan jemaah yang bersolat di luar dewan solat utama terkena tempias hujan,
dipetik dri wikipedia....http://ms.wikipedia.org/wiki/Masjid_Tuanku_Mizan_Zainal_Abidin